Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 27 Juni 2012

Gubernur Baru Dilantik, Gubernur Lama “Dilantak”

AtjehLINK – Tepat pukul 14:45 WIB, pada hari Senin, tanggal 25 Juni 2012, Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, resmi melantik Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012 – 2017. Pelantikan tersebut merupakan ukiran sejarah bagi perjalanan bangsa ini, dimana Aceh menjadi provinsi pertama di Indonesia memiliki Kepala pemerintahan Daerah yang berasal dari Partai lokal yang lahir dari hikmah perdamaian karena berakhirnya kecamuk  kekerasan dan perang.

Dengan dilantiknya Kepala pemerintahan Aceh ini, sejatinya menjadikan peristiwa tersebut sebagai langkah pertama bagi provinsi paling barat Republik Indonesia ini untuk memulai sebuah babak baru yang dapat mengantarkan rakyat menuju pencapaian kesejahteraan berkeadilan, sebagaimana telah lama dicita-citakan oleh seluruh rakyat Aceh.

Namun peristiwa bersejarah bagi rakyat Aceh tersebut menjadi ternoda dan merusak euforia bangsa yang seharusnya bersuka cita menyambut pemimpin baru yang akan mengimami kita seluruh rakyat untuk bersama-sama secara berjamaah dengan rakyat melakukan usaha-usaha mencapai keberhasilan dengan perwujudan kesejahteraan berkeadilan.

Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh periode 2007 – 2012 yang baru beberapa bulan meletakkan jabatan Kepala pemerintahan Aceh ini, datang menghadiri acara sakral pelantikan Pemimpin Aceh baru tersebut, usai mengikuti prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, ia bergegas mendekati Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf untuk menyalami dan mengucapkan kata selamat kepada kedua mereka sebagai bentuk apresiatif dan dukungannya kepada pemimpin baru Aceh.

Namun, baru beberapa langkah Irwandi beranjak dari ruang pelantikan dan bermaksud pulang, tepatnya di depan gedung DPRA, ia disambut dengan teriakan berisi hujatan kata-kata kurang pantas secara etika dan berujung pada pemukulan terhadapnya oleh beberapa orang yang sepertinya tidak  senang dengan sosok mantan Gubernur Aceh tersebut.

Segera setelah diamankan oleh pihak kepolisian dari amukan sekelompok orang, Irwandi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapat perawatan dan pengobatan akibat pemukulan yang dialaminya itu, Irwandi mengalami lebam di bagian wajah dan bengkak-bengkak di kepala.

Insiden pemukulan terhadap mantan Gubernur Aceh yang terjadi sesaat setelah pelantikan GubernurAceh yang baru, tentunya sangat tidak diinginkan terjadi oleh semua pihak. Karena kejadian tersebut pasti akan mencoreng nilai nilai sakral dari prosesi pelantikan pemimpin Aceh baru.

Seharusnya, kita semua rakyat Aceh berada dalam keadaan suka cita dan dengan penuh harapan menyambut pemimpin baru, tanpa dirusak dengan peristiwa tidak dikehendaki akibat perilaku emosional yang sangat merugikan bagi pencitraan Aceh sebagai sebuah daerah yang Islami.

Harapannya adalah, peristiwa ini benar-benar dapat membawa semua kita rakyat Aceh untuk  mampu berfikir dan berperilaku  pantas yang beretika dalam menghadapi suatu persoalan, tanpa lagi mengedepankan cara-cara kekerasan untuk kepuasan pribadi dan kelompok, karena hanya akan merugikan semua rakyat Aceh. (red)

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Gadgets