Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 28 Juni 2012

Mendefenisikan Railing Sendiri di Revit

Defenisi railing berbeda dengan membuat library Revit lainnya. Railing merupakan assembly antara post (baluster) dan rails. Dan railing tidak disimpan pada file sendiri, namun di defenisikan dalam file project. Untuk dapat membuat defenisi railing sendiri, harus lebih dahulu memahami elemen-elemen pembentuk railing. Secara sederhana, railing dibentuk oleh elemen-elemen berikut.

railing.jpg

Membuat Baluster

Baluster merupakan family sendiri. Jika anda memiliki bentuk baluster sendiri, maka anda harus mendefenisikannya lebih dulu. Buatlah sebuah baluster family dengan mengakses menu file>new>family…

Revit akan meminta anda memilih template family yang akan digunakan. Baluster dapat dibuat dengan 3 template family.

  1. Metric Baluster.rft digunakan untuk baluster yang terpotong pada bagian atas dan/atau bawahnya. Biasanya digunakan untuk tangga atau ramp.
  2. Metric Baluster-Panel.rft digunakan untuk bentuk panel. Misalnya panel kaca, pola wrought iron, dan sebagainya.
  3. Metric Baluster-Post digunakan untuk baluster yang tidak berubah bentuk. Hanya ketinggian saja yang akan berubah.

Pilihlah Metric Baluster-Post.rft dan klik open.

Pada project browser, di bagian floor plans, klik ganda ref level. Anda akan melihat dua reference planes seperti ini:

references.jpg

sekarang kita akan membuat sebuah post berbentuk rectangular. Dari design bar, pilih solid form>solid extrusion. Buatlah rectangle seperti ini. Posisi dan ukuran tidak penting.

rectangle.jpg

Aktifkan dimension, dan beri dimensi seperti ini.

dimension.jpg

Setelah dimension diletakkan, klik simbol equal untuk memastikan profile ini ada di tengah. Tambahkan satu dimensi lagi yang menunjukkan tebal profile.

total dimension.jpg

Aktifkan modify, pilih dimensi terakhir (di sini yang menunjukkan 198) dan pilih pada option bar Label: <add parameter>

add parameter.jpg

Pada kotak dialog yang terbuka kemudian, isikan nilai berikut:

Lakukan hal yang sama untuk lebar baluster.

parameter baluster.jpg

Sekarang, kita akan mendefenisikan tinggi baluster. Klik extrusion properties pada design bar.

extrusion properties.jpg

Pada dialog element properties yang muncul, pastikan extrusion start pada 0.0 dan klik tombol parameter disebelah extrusion end.

Pilih Baluster height dan klik OK. Klik OK lagi sampai semua dialog tertutup.

Klik finish sketch pada design bar untuk mengakhiri bentuk solid ini. Klik tombol 3D untuk melihat bentuk 3D dari baluster ini.

Sesudah bentuk ini jadi, kita akan menguji parameter yang telah kita buat. Pengujian ini dikenal dengan ‘flexing’. Klik family types pada design bar.

family types.jpg

Perhatikan pada dialog yang muncul. Pada bagian dimension, anda sekarang dapat lihat parameter lebar baluster dan tebal baluster yang kita tambahkan sebelumnya. Ubahlah nilai tebal baluster menjadi 150 dan lebar baluster menjadi 300. Klik Apply. Perhatikan apakah ukuran baluster anda berubah atau tidak.

Jika ya, sekarang kita melangkah lebih jauh. Kita akan mendefenisikan beberapa tipe dari baluster ini. Pada bagian family types, klik new. Isikan 300×150 saat Revit menanyakan nama tipe ini.

Klik new sekali lagi, dan ketikkan 100×200 untuk namanya.

Sekarang ubah lagi ukuran family. Ganti tebal baluster menjadi 100, dan lebar baluster menjadi 200. Klik Apply. Sekarang anda sudah punya 2 tipe dari family ini. Cobalah uji lagi dengan mengubah dari tipe 100×200 ke 150×300 dan klik apply. Tidak perlu mendefenisikan tingginya. Tinggi baluster akan disesuaikan pada saat mendefenisikan tinggi railing.

flexing model.gif

Jika anda masih ingin menambahkan beberapa tipe ukuran lagi, tambahkan dengan cara sebelumnya. Simpan file ini. Beri nama baluster kotak.rfa atau nama lain yang sesuai.

Membuat Profile Rails

Sebetulnya membuat library tidak harus sekompleks saat kita membuat baluster. Jika baluster anda hanya satu tipe (satu ukuran), maka anda dapat langsung membuat solid extrusion tanpa memikirkan parameter. Kali ini kita akan coba membuat profile untuk railing tanpa menggunakan parameter. Jika anda tertarik untuk membuat profile ini dalam beberapa tipe, dapat anda coba kembangkan sendiri dengan cara sebelumnya.

Buatlah lilbrary baru dengan cara mengakses menu file>new>family… Gunakan family Metric Profile.rft. Perhatikan bahwa family ini tidak memiliki tampak samping ataupun 3D. Profile hanyalah gambar 2D. Buatlah profile seperti ini dengan lines. Pastikan profile ini merupakan bentuk tertutup! Perhatikan bahwa pertemuan antara reference adalah titik acuan dari profile ini. Jika posisi railing anda berbeda dari ini, dapat anda defenisikan di lokasi yang berbeda.

profile.jpg

Simpanlah file ini sebagai rail profile.rfa.

Mendefenisikan Railing Structure

Sekarang langkah terakhir adalah mendefenisikan railing structure. Railing structure pada dasarnya adalah assembly dari baluster, baluster panel (opsional), dan rails. Bukalah project baru. Load kedua family yang telah dibuat sebelumnya dengan mengakses menu file>load from library> load family…

Pada TAB modeling, aktifkan tool railing. Klik railing properties. Pada dialog element properties, klik edit/new.

Klik duplicate untuk mendefenisikan railing tipe baru. Beri nama pagar baja. Yang akan kita defenisikan pertama adalah baluster. Klik edit di sebelah baluster placement.

Pada dialog yang terbuka, perhatikan bagian bawah lebih dulu. Di sini adalah tempat anda mendefenisikan baluster pada kedua ujung railing (start dan end) serta pada corner. Ubahlah ketiganya menjadi baluster kotak: 150×300. Ini adalah baluster yang telah anda buat dan load ke project ini. Ganti top offset menjadi 400. Artinya, tinggi post akan ditambahkan 400 mm di atas railing paling atas (di sini Rail 1)

Selanjutnya kita akan mendefenisikan pattern dari post ini. Yaitu ditengah-tengah antara start dan end post. Anda dapat mengisikan lebih dari satu jenis baluster. Untuk contoh ini kita akan menggunakan satu saja. Gunakan baluster kotak: 150×300. Berikan jarak 1000, dan juga top offset 400.

Klik OK sampai semua dialog tertutup. Gambar lines untuk railing dan klik finish sketch untuk melihat sejauh mana defenisi railing telah kita lakukan.

railing awal.jpg

Sampai sejauh ini semua baik-baik saja. Sekarang kita akan mendefenisikan railingnya.

Aktifkan modify, pilih railing tersebut. Klik element properties pada option bar.

element properties.jpg

Klik edit/new pada dialog yang terbuka. Kali ini klik edit di sebelah rail structure.

Di dialog yang terbuka, ubahlah tinggi rail profile menjadi 3050. Dan ganti profile menjadi rail profile: rail profile. Yaitu profile yang anda buat sebelumnya.

Klik duplicate beberapa kali, sampai ada 11 rail yang didefenisikan. Ganti ketinggian masing-masing dengan beda tinggi 300 mm.

Setelah selesai, klik OK sampai semua dialog tertutup.

Yang menjadi masalah dengan railing adalah defenisi railing ini disimpan pada file project, bukan file family. Sehingga anda harus mendefenisikan ulang pada saat memulai project baru. Untuk menghindari ini, anda dapat menyimpan file project yang anda gunakan untuk membuat railing ini sebagai template.

Hapus railing yang anda gambar, dan simpan sebagai template (*.rte). Defenisi railing tidak ikut hilang meski railingnya dihapus. Gunakan template ini saat memulai project baru. Cara lain yang dapat anda gunakan adalah memilih object railing, menekan [ctrl] + C untuk mengkopinya ke clipboard, dan menekan [ctrl] + V pada file tujuan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Gadgets