Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 27 Juni 2012

Warga Buket Nibong Kesulitan Usir Hama Babi

Pantonlabu – Warga Dusun Buket Nibong, Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mengaku kesulitan untuk mengusir hama babi yang kerap hari menyerang ratusan hektare kebun kelapa sawit mereka.

Warga Dusun Buket Nibong, Andir (55) yang ditemui AtjehLINK di lokasi kebun kelapa sawit pada Rabu (27/6) mengatakan, hama babi yang menyerang kelapa sawit sangat sulit diatasi. Meskipun telah berbagai cara ia lakukan, namun juga tak mampu mengendalikan keselamatan kebun sawitnya. “Kami selaku pemilik lahan sawit telah berusaha semaksimal mungkin tapi lahan kami tetap diganggu babi,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu upaya yang kerap dilakukan untuk mengusir hama binatang buas tersebut yakni dengan cara mengajak setiap warga yang memiliki kebun kelapa sawit untuk ikut kompak bersama memburu babi dengan menggunakan senjata tajam parang atau tombak runcing. “Biasanya kami lakukan upaya seperti itu seminggu 3 kali untuk membantu mengurangi ancaman babi terhadap bibit sawit yang masih kecil maupun yang sudah mulai panen,” ujarnya lagi.

Warga lainnya di sekitar desa tersebut antara tiga dusun yaitu  Dusun Buket Nibong, Dusun Buket Ujong Blang dan Dusung Buket Tingoh, juga mengeluhkan mereka merasa penuh kesulitan untuk memberdayakan bibitan kelapa sawit yang masih muda akibat diganggu babi.

Sementara itu, Camat Tanah Jambo Aye, Drs Amir Hamzah yang dikonfirmasi via telpon seluler, kepada AtjehLINK mengatakan, dirinya akan siap membantu dengan upaya seperti yang dilakukan warga yang memiliki kebun kelapa sawit tersebut. “Saya akan mengajak warga sekitar itu untuk kita adakan setiap hari Jum’at kita harus kompak memburu babi, seperti yang kami lakukan dulu di Kecamatan Langkahan,” imbuhnya.

Jika tak mempan, kata Amir Hamzah, salah satu cara lain untuk memastikan keselamatan kebun kelapa sawit, yakni dengan menjaga kestabilan hutan. “Biarkan sedikit hutan yang tidak dimanfaatkan untuk kehidupan komunitas babi. Sedangkan di sekitar kebun itu dibersihkan. Kalau sudah bersih, mungkin babi tidak lagi menganggu habitat warga,” imbuhnya lagi. (Jamal)

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Gadgets