Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 20 Mei 2012

Jembatan Putus, Sembilan Desa Terancam Terisolasi


ACEH UTARA | ACEHKITA.COM — Sembilan desa terancam terisolasi akibat jembatan yang terletak di Desa Asan, Lhoksukon, Aceh Utara, Mingg (18/12) siang, putus akibat tetimpa pohon pinang.

Jembatan yang amblas ke sungai. | Foto: Feri F
Jembatan itu menghubungkan tiga kecamatan di Kemukiman Lhoksukon Barat, Lhoksukon. Dampak runtuhnya jembatan yang melintasi krueng kreh itu juga menyebabkan Muhammad Yusuf (60) mengalami luka-luka. Warga penjual pinang asal Desa Geulumpang berhasil menyelamatkan diri.
Warga Desa Krueng Kreh, Muhammad Nasir (42) mengatakan, sembilan desa yang terancam terisolasi yaitu Desa Asan Krueng Kreh, Beuracan, Glumpang, Trieng, Reungkam, Keutapang, Bilie Baroe, dan Desa Bungong di Kecamatan Pirak Timu, serta Desa Beurandang di Kecamatan Cot Girek.
“Selain desa yang terisolir, ratusan murid di empat sekolah di kecamatan tersebut terancam tak bisa bersekolah,” kata Muhammad Nasir.
Jembatan itu putus akibat blok penahan di sayap kiri jembatan ditimpa pohon pinang yang tumbang. Jembatan sepanjang 150 meter dengan leber 1,5 meter itu, dibangun pada 1982 dan terakhir direhabilitasi pada 2006 lau. Di sini, satu unit mobil tanki milik PDAM Tirta Mon Pase terperosok ke sungai.
Warga berharap jembatan itu segera dikerjakan kembali dan dibangun permanen. “Jembatan tersebut merubakan jalur perekonomian masyarakat guna membawa hasil tani, serta lintasan para pelajar untuk ke sekolah. Jika tidak segera diperbaiki, maka dapat dipastikan empat sekolah akan lumpuh total,” kata Nasir.
Sementara itu, Pj Bupati Aceh Utara M Ali Basyah, menyebutkan, pihaknya akan mengupayakan melakukan perbaikan darurat untuk solusi jangka pendek, sehingga dapat dilalui kembali, khususnya oleh pejalan kaki dan pelajar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Gadgets