Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Google Earth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Earth. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

Membuat bangunan 3D untuk Google Earth menggunakan SketchUp

Hai teman-teman, lama gak posting tentang 3D nih. kali ini aku akan membicarakan tentang cara membuat bangunan 3D yang muncul pada layer 3D building di google earth .

Bagi yang belum memiliki google earth, silahkan download google earth klik di sini DOWNLOAD GOOGLE EARTH

Screenshot 3D buildings pada google earth seperti pada gambar di bawah ini. Aku ambil daerah Tugu muda, ada bangunan Tugu muda, Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, Gedung pemerintah kota semarang.
#aku ambil daerah tersebut karena aku asli dari kota Semarang, sambil posting sambil promosi wisata kota.

Tampilan 3D buildings daerah Tugu muda semarang



Tampilan 3D building pagoda watugong, semarang
Pagoda di daerah watugong jalan perintis kemerdekaan semarang di atas adalah karya pertamaku untuk google earth, sampai tanggal postingan ini diterbitkan sedang proses verifikasi oleh google earth, tahap pertama model sudah lolos standard google earth. Bisa kalian lihat di sini Pagoda Avalokitesvara, Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang

Cukup pembukaannya, sekarang kita masuk ke pembahasan.
Yang perlu kalian siapkan adalah
  1. Tentukan Bangunan yang akan kalian buat.
  2. Reverensi bangunan yang akan kalian buat, bisa berupa Lokasi, foto-foto atau data-data ukuran bangunan tersebut.
  3. Siapkan Google SketchUp 8 pro, jika belum punya silahkan download dulu. (maaf aku belum upload master Google SketchUp 8 pro) jadi silahkan googling dulu.
  4. Siapkan air putih satu botol ukuran 1500ml dan sedikit cemilan, perlu diingat jika kita berlama-lama duduk di depan komputer harus banyak minum dan kalo lapar makan cemilan gak ada salahnya. hehehe.
Sebelum memulai proses modelling pahami dulu syarat-syarat dari google agar model yang anda buat disetujui untuk dimuat ke google earth. klik link dibawan ini untuk membaca persyaratannya
Syarat agar model anda dimasukkan ke folder "3D Warehouse" di Google Earth



Saatnya memulai modelling :



1. Buka Google SketchUp, kemudian muculkan toolbar google & large tool set. caranya klik menu view, toolbars, beri tanda cek pada Large Tool Set dan Google. Akan muncul seperti gambar di bawah ini.


2. Ambil layout dari google earth, caranya klik icon add location
Akan muncul jendela seperti dibawah ini, kemudian carilah lokasi bangunan yang akan kalian buat. Zoom sedekat mungkin. (anda harus terhubung dengan internet)


3. Setelah kalian temukan lokasinya, lagsung aja klik tombol Select Region di pojok kanan atas. Lakukan penyesuaian ukuran, kemudian klik tombol Grab.


4. Untuk melihat posisi elevasi tanah (tinggi rendahnya permukaan tanah) klik icon toggle terrain, posisinya ada di sebelah add icon add location. Jika tidak diperlukan matikan saja toggle terrainnya.

5. Buatlah model sesuai dengan data-data yang kalian miliki. Jangan lupakan syarat-syarat yang sudah kalian baca, ingat-ingatlah, jangan terlalu banyak face, buatlah bangunan sesimpel mungkin, karena model akan di beri material menggunakan tekstur foto. Jadi seperti pintu, jendela gak perlu dibuat, cukup dindingnya saja.

6. Setelah model selesai, saatnya memberi material. Siapkan foto dari berbagai sudut pandang bangunan (kalian bisa cari menggunakan search engine google atau dengan foto hasil jepretan kalian sendiri, tapi jangan lupa, resolusi diperkecil dulu)

7. Cara memberi materialnya :
kali ini aku berikan ilustrasi menggunakan bangunan super simpel. hehehe.
a. klik file, import, kemudian pilih file foto yang akan kalian gunakan untuk tekstur,setelah itu pada bagian kanan pilih "Use as texture", open.


b. Pasang foto pada salah satu face di bangunan anda seperti pada gambar dibawah ini.


c. Setelah terpasang, select face, klik kanan, texture, position. Maka akan muncul seperti gambar dibawah, kemudian letakkan pin berwarna kuning pada ujung-ujung bangunan pada foto. caranya klik pin, kemudian klik pada ujung bangunan.

d. Tarik pin ke ujung-ujung model anda, dengan cara men-drag pin berwarna kuning. sampai posisinya seperti gambar dibawah.

e. Setelah itu klik kanan, done. Lakukan hal yang sama untuk seluruh permukaan bangunan. Hasilnya kurang lebih seperti ini.

Selesai sudah bangunan untuk google earth. Eits... jangan senang dulu, masih ingat kan syarat "bangunan tidak boleh melayang". Cek dulu apakah banguan yang kalian buat tidak melayang, caranya aktifkan icon "toggle terrain" seperti yang aku bahas di atas tadi.

Capek juga ngetiknya, hehehe.
sedikit kata dariku,
buatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, jika bisa berikan secara gratis.
salah satunya memberikan informasi kepada orang lain tentang bentuk bangunan yang sedang kita bahas ini. ya... salah satu bentuk beramal, selama informasi yang kita sampaikan bermanfaat bagi orang lain, Insyaallah kita mendapatkan balasan dari-Nya.

#cara ngomongnya uda kaya orang yang bener aja... hahahaha

Lanjutin lagi ke tutorialnya.
Setelah kalian cek bangunan terhadap permukaan tanah, dan ternyata oh ternyata bangunanmu mengambang atau tenggelam di dalam tanah, jangan bingung dulu.
Caranya sangat mudah, tinggal geser bangunanmu ke arah vertikal atau horizontal sampai pas, jika masih ada sisi yang menggantung, tambahkan saja face sehingga bangunanmu terlihat di atas timbunan. seperti gambar dibawah ini.


Agar warna timbunan sama dengan permukaan tanah, gunakan fasilitas paint bucket, pilih sample paint, kemudian klik pada permukaan tanah yang kita ambil menggunakan add location. setelah itu warnakan pada tanah timbunan, maka hasilnya seperti pada gambar dibawah ini.

Selesai sudah modellingnya, model siap di publikasikan di google earth.
Untuk preview sebelum di upload ke 3D warehouse, kalian bisa simulasikan bangunan yang sudah di buat ke google earth yang ada di komputer kalian. caranya mudah buka link di bawah ini.
Cara preview model 3D SketchUp di google earth

Demikian tutorial yang aku buat, semoga bermanfaat bagi semua orang, mohon maaf jika terjadi salah ketik. hehehe

happy blogging and happy modelling

Membuat bangunan 3D untuk Google Earth menggunakan SketchUp

Hai teman-teman, lama gak posting tentang 3D nih. kali ini aku akan membicarakan tentang cara membuat bangunan 3D yang muncul pada layer 3D building di google earth .

Bagi yang belum memiliki google earth, silahkan download google earth klik di sini DOWNLOAD GOOGLE EARTH

Screenshot 3D buildings pada google earth seperti pada gambar di bawah ini. Aku ambil daerah Tugu muda, ada bangunan Tugu muda, Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, Gedung pemerintah kota semarang.
#aku ambil daerah tersebut karena aku asli dari kota Semarang, sambil posting sambil promosi wisata kota.

Tampilan 3D buildings daerah Tugu muda semarang



Tampilan 3D building pagoda watugong, semarang
Pagoda di daerah watugong jalan perintis kemerdekaan semarang di atas adalah karya pertamaku untuk google earth, sampai tanggal postingan ini diterbitkan sedang proses verifikasi oleh google earth, tahap pertama model sudah lolos standard google earth. Bisa kalian lihat di sini Pagoda Avalokitesvara, Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang

Cukup pembukaannya, sekarang kita masuk ke pembahasan.
Yang perlu kalian siapkan adalah
  1. Tentukan Bangunan yang akan kalian buat.
  2. Reverensi bangunan yang akan kalian buat, bisa berupa Lokasi, foto-foto atau data-data ukuran bangunan tersebut.
  3. Siapkan Google SketchUp 8 pro, jika belum punya silahkan download dulu. (maaf aku belum upload master Google SketchUp 8 pro) jadi silahkan googling dulu.
  4. Siapkan air putih satu botol ukuran 1500ml dan sedikit cemilan, perlu diingat jika kita berlama-lama duduk di depan komputer harus banyak minum dan kalo lapar makan cemilan gak ada salahnya. hehehe.
Sebelum memulai proses modelling pahami dulu syarat-syarat dari google agar model yang anda buat disetujui untuk dimuat ke google earth. klik link dibawan ini untuk membaca persyaratannya
Syarat agar model anda dimasukkan ke folder "3D Warehouse" di Google Earth



Saatnya memulai modelling :



1. Buka Google SketchUp, kemudian muculkan toolbar google & large tool set. caranya klik menu view, toolbars, beri tanda cek pada Large Tool Set dan Google. Akan muncul seperti gambar di bawah ini.


2. Ambil layout dari google earth, caranya klik icon add location
Akan muncul jendela seperti dibawah ini, kemudian carilah lokasi bangunan yang akan kalian buat. Zoom sedekat mungkin. (anda harus terhubung dengan internet)


3. Setelah kalian temukan lokasinya, lagsung aja klik tombol Select Region di pojok kanan atas. Lakukan penyesuaian ukuran, kemudian klik tombol Grab.


4. Untuk melihat posisi elevasi tanah (tinggi rendahnya permukaan tanah) klik icon toggle terrain, posisinya ada di sebelah add icon add location. Jika tidak diperlukan matikan saja toggle terrainnya.

5. Buatlah model sesuai dengan data-data yang kalian miliki. Jangan lupakan syarat-syarat yang sudah kalian baca, ingat-ingatlah, jangan terlalu banyak face, buatlah bangunan sesimpel mungkin, karena model akan di beri material menggunakan tekstur foto. Jadi seperti pintu, jendela gak perlu dibuat, cukup dindingnya saja.

6. Setelah model selesai, saatnya memberi material. Siapkan foto dari berbagai sudut pandang bangunan (kalian bisa cari menggunakan search engine google atau dengan foto hasil jepretan kalian sendiri, tapi jangan lupa, resolusi diperkecil dulu)

7. Cara memberi materialnya :
kali ini aku berikan ilustrasi menggunakan bangunan super simpel. hehehe.
a. klik file, import, kemudian pilih file foto yang akan kalian gunakan untuk tekstur,setelah itu pada bagian kanan pilih "Use as texture", open.


b. Pasang foto pada salah satu face di bangunan anda seperti pada gambar dibawah ini.


c. Setelah terpasang, select face, klik kanan, texture, position. Maka akan muncul seperti gambar dibawah, kemudian letakkan pin berwarna kuning pada ujung-ujung bangunan pada foto. caranya klik pin, kemudian klik pada ujung bangunan.

d. Tarik pin ke ujung-ujung model anda, dengan cara men-drag pin berwarna kuning. sampai posisinya seperti gambar dibawah.

e. Setelah itu klik kanan, done. Lakukan hal yang sama untuk seluruh permukaan bangunan. Hasilnya kurang lebih seperti ini.

Selesai sudah bangunan untuk google earth. Eits... jangan senang dulu, masih ingat kan syarat "bangunan tidak boleh melayang". Cek dulu apakah banguan yang kalian buat tidak melayang, caranya aktifkan icon "toggle terrain" seperti yang aku bahas di atas tadi.

Capek juga ngetiknya, hehehe.
sedikit kata dariku,
buatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, jika bisa berikan secara gratis.
salah satunya memberikan informasi kepada orang lain tentang bentuk bangunan yang sedang kita bahas ini. ya... salah satu bentuk beramal, selama informasi yang kita sampaikan bermanfaat bagi orang lain, Insyaallah kita mendapatkan balasan dari-Nya.

#cara ngomongnya uda kaya orang yang bener aja... hahahaha

Lanjutin lagi ke tutorialnya.
Setelah kalian cek bangunan terhadap permukaan tanah, dan ternyata oh ternyata bangunanmu mengambang atau tenggelam di dalam tanah, jangan bingung dulu.
Caranya sangat mudah, tinggal geser bangunanmu ke arah vertikal atau horizontal sampai pas, jika masih ada sisi yang menggantung, tambahkan saja face sehingga bangunanmu terlihat di atas timbunan. seperti gambar dibawah ini.


Agar warna timbunan sama dengan permukaan tanah, gunakan fasilitas paint bucket, pilih sample paint, kemudian klik pada permukaan tanah yang kita ambil menggunakan add location. setelah itu warnakan pada tanah timbunan, maka hasilnya seperti pada gambar dibawah ini.

Selesai sudah modellingnya, model siap di publikasikan di google earth.
Untuk preview sebelum di upload ke 3D warehouse, kalian bisa simulasikan bangunan yang sudah di buat ke google earth yang ada di komputer kalian. caranya mudah buka link di bawah ini.
Cara preview model 3D SketchUp di google earth

Demikian tutorial yang aku buat, semoga bermanfaat bagi semua orang, mohon maaf jika terjadi salah ketik. hehehe

happy blogging and happy modelling

Cara Upload Foto ke Panoramio dan Google Earth


Punya hobby jepret jepret keindahan alam atau sekedar jajal kemampuan kamera handphone? atau kalian termasuk Photographer Pro dengan kamera DSLR mumpuni?. Cobalah upload foto foto kalian ke Panoramio.com lalu tandai posisinya di Google Map agar bisa tampil dan dilihat dunia sepanjang masa melalui Google Earth.

Panoramio memberikan hadiah setiap bulannya bagi 28 foto terbaik berdasarkan beberapa kategori kontes dengan hadiah yang cukup menarik, tapi terlebih dahulu kalian harus mengupload dan menandai posisi foto diambil dengan akurat agar bisa ikut dalam kontes. Nah, kali ini saya akan berbagi sedikit cara upload foto ke  Panoramio.

Silahkan buka gambar gambar screenshot dibawah pada new tab untuk melihat lebih jelas.

Mendaftar

Silahkan klik disini untuk masuk ke Panoramio, lalu klik Daftar seperti pada gambar diatas. Selanjutnya
Klik tombol warna biru dikanan untuk masuk dengan email Gmail yang kalian punya, jika belum punya Gmail, silahkan daftar dengan mengisi kolom register di sebelah kiri.
Jendela berikutnya seperti gambar diatas, cukup isi email dan password yang kalian gunakan pada Gmail, lalu klik Masuk.

Upload Foto
Nah, sekarang kalian sudah berada di Beranda atau Halaman Utama Panoramio. Halaman utama nantinya berisikan foto foto yang kalian upload, ada beberapa fitur yang bisa kalian gunakan untuk melihat Foto Anda, Upload foto,melihat Contest, mencari Tempat/Lokasi, juga untuk mencari suatu tempat berdasarkan Tags/Tanda.

Bagi anggota baru, cukup klik pada tulisan Upload tepat dibawah tulisan Panoramio seperti pada gambar diatas.
Sekarang tampil 10 kolom untuk diisi dengan foto foto yang sudah kalian jepret. Ukuran maksimal setiap foto adalah 25MB atau 50Megapixel. Lumayan buat nyimpan koleksi jepretan berukuran besar dengan ketajaman tinggi. Selanjutnya klik pada kolom "Pilih Berkas" untuk memilih foto.
Nah, akan tampil jendela Pop Up menampilkan Folder tempat menyimpan foto yang akan diupload. Karena saya menyimpan hasil jepretan handphone saya di Bluetooth Exchange Folder, maka saya memilih Folder ini.Lalu klik satu kali pada foto pilihan seperti gambar diatas. Klik!
Menandai Foto dalam peta : Manual dan Auto Tagging

Kolom pertama sudah terisi, saya hanya upload satu buah foto saja sebagai contoh, lalu klik tombol biru.
Sekarang foto saya sudah ter-upload.Perhatikan tulisan berwarna merah, pertama kita harus memetakan fotonya. Klik tulisan Map this photo.
Akan tampil kolom pencarian lokasi, isi kolom dengan Nama Kota,Negara. Lalu klik tulisan Cari.
Inilah Pulau Batam, dikiri ada alat geser yang fungsinya untuk memperbesar dan memperkecil (Zoom) Google Map, letakkan kursor pada alat zoom dengan menggerakkan mouse dan tekan kiri lalu tahan. Tarik secara bertahap dan geser peta (juga dengan klik kiri mouse) hingga jumpa lokasi foto diambil.

Jika kalian cukup hafal dimana lokasi foto diambil, dan kalian mampu memahami tampilan peta dari udara, kalian bisa mempersingkat pencarian lokasi dengan meng-klik 2x lokasi target. Hasilnya, Penanda berwarna merah langsung berada di posisi kamu berdiri saat mengambil foto.

Atau, kalian bisa mengaktifkan Fitur Auto Tagging pada handphone/Kamera yang akan mendeteksi lintang-bujur lokasi foto diambil tanpa harus repot menggerakkan mouse.

Foto sampel saya ambil hari ini di Jembatan 1 Barelang Pulau Batam, jadi saya cukup mengklik 2x selatan Pulau Batam didalam peta.
Jembatan 1 Barelang sudah ketemu, Tagging Lokasi atau Penanda Lokasi saya berdiri saat mengambil foto sudah saya tandai.

Satu hal yang perlu dipahami adalah, tagging atau penanda bukan berada pada Objek yang kalian jepret tapi berada pada posisi kalian berdiri.

Selanjutnya klik pada Simpan Posisi.
Selesai! foto sudah tampil didalam album Panoramio, dan terpajang pada Google Earth. Cukup klik pada Logo Google Earth dibawah tulisan Panoramio untuk melihat foto dalam Google Earth dengan mengambil KML yang akan terpasang di Google Earth.
Atau klik satu kali pada foto untuk melihat ukuran foto sebenarnya.

Dipojok kanan bawah ada Extra Information yang jika diklik akan menjelaskan Hak atas foto dan detail foto. 

Note : Pastikan kalian sudah memasang Pengaya untuk Google Earth pada browser. Jika belum, silahkan klik disini.Dan jika belum punya Google Earth bisa kalian download disini.
Sebagai bonus dari memasang Pengaya/Ekstensi Google Earth, kalian bisa memainkan Ship Simulator melalui browser secara online, mendaratkan Apollo 11 Moon Lander, Simulator Mengemudi berbagai kota di dunia, melihat keindahan Hawai dalam 3 Dimensi dan lain lain yang ada dibawah Pratinjau Pengaya Google Earth diatas.

Semoga bermanfaat, terima kasih sudah mampir.

Cara Upload Foto ke Panoramio dan Google Earth


Punya hobby jepret jepret keindahan alam atau sekedar jajal kemampuan kamera handphone? atau kalian termasuk Photographer Pro dengan kamera DSLR mumpuni?. Cobalah upload foto foto kalian ke Panoramio.com lalu tandai posisinya di Google Map agar bisa tampil dan dilihat dunia sepanjang masa melalui Google Earth.

Panoramio memberikan hadiah setiap bulannya bagi 28 foto terbaik berdasarkan beberapa kategori kontes dengan hadiah yang cukup menarik, tapi terlebih dahulu kalian harus mengupload dan menandai posisi foto diambil dengan akurat agar bisa ikut dalam kontes. Nah, kali ini saya akan berbagi sedikit cara upload foto ke  Panoramio.

Silahkan buka gambar gambar screenshot dibawah pada new tab untuk melihat lebih jelas.

Mendaftar

Silahkan klik disini untuk masuk ke Panoramio, lalu klik Daftar seperti pada gambar diatas. Selanjutnya
Klik tombol warna biru dikanan untuk masuk dengan email Gmail yang kalian punya, jika belum punya Gmail, silahkan daftar dengan mengisi kolom register di sebelah kiri.
Jendela berikutnya seperti gambar diatas, cukup isi email dan password yang kalian gunakan pada Gmail, lalu klik Masuk.

Upload Foto
Nah, sekarang kalian sudah berada di Beranda atau Halaman Utama Panoramio. Halaman utama nantinya berisikan foto foto yang kalian upload, ada beberapa fitur yang bisa kalian gunakan untuk melihat Foto Anda, Upload foto,melihat Contest, mencari Tempat/Lokasi, juga untuk mencari suatu tempat berdasarkan Tags/Tanda.

Bagi anggota baru, cukup klik pada tulisan Upload tepat dibawah tulisan Panoramio seperti pada gambar diatas.
Sekarang tampil 10 kolom untuk diisi dengan foto foto yang sudah kalian jepret. Ukuran maksimal setiap foto adalah 25MB atau 50Megapixel. Lumayan buat nyimpan koleksi jepretan berukuran besar dengan ketajaman tinggi. Selanjutnya klik pada kolom "Pilih Berkas" untuk memilih foto.
Nah, akan tampil jendela Pop Up menampilkan Folder tempat menyimpan foto yang akan diupload. Karena saya menyimpan hasil jepretan handphone saya di Bluetooth Exchange Folder, maka saya memilih Folder ini.Lalu klik satu kali pada foto pilihan seperti gambar diatas. Klik!
Menandai Foto dalam peta : Manual dan Auto Tagging

Kolom pertama sudah terisi, saya hanya upload satu buah foto saja sebagai contoh, lalu klik tombol biru.
Sekarang foto saya sudah ter-upload.Perhatikan tulisan berwarna merah, pertama kita harus memetakan fotonya. Klik tulisan Map this photo.
Akan tampil kolom pencarian lokasi, isi kolom dengan Nama Kota,Negara. Lalu klik tulisan Cari.
Inilah Pulau Batam, dikiri ada alat geser yang fungsinya untuk memperbesar dan memperkecil (Zoom) Google Map, letakkan kursor pada alat zoom dengan menggerakkan mouse dan tekan kiri lalu tahan. Tarik secara bertahap dan geser peta (juga dengan klik kiri mouse) hingga jumpa lokasi foto diambil.

Jika kalian cukup hafal dimana lokasi foto diambil, dan kalian mampu memahami tampilan peta dari udara, kalian bisa mempersingkat pencarian lokasi dengan meng-klik 2x lokasi target. Hasilnya, Penanda berwarna merah langsung berada di posisi kamu berdiri saat mengambil foto.

Atau, kalian bisa mengaktifkan Fitur Auto Tagging pada handphone/Kamera yang akan mendeteksi lintang-bujur lokasi foto diambil tanpa harus repot menggerakkan mouse.

Foto sampel saya ambil hari ini di Jembatan 1 Barelang Pulau Batam, jadi saya cukup mengklik 2x selatan Pulau Batam didalam peta.
Jembatan 1 Barelang sudah ketemu, Tagging Lokasi atau Penanda Lokasi saya berdiri saat mengambil foto sudah saya tandai.

Satu hal yang perlu dipahami adalah, tagging atau penanda bukan berada pada Objek yang kalian jepret tapi berada pada posisi kalian berdiri.

Selanjutnya klik pada Simpan Posisi.
Selesai! foto sudah tampil didalam album Panoramio, dan terpajang pada Google Earth. Cukup klik pada Logo Google Earth dibawah tulisan Panoramio untuk melihat foto dalam Google Earth dengan mengambil KML yang akan terpasang di Google Earth.
Atau klik satu kali pada foto untuk melihat ukuran foto sebenarnya.

Dipojok kanan bawah ada Extra Information yang jika diklik akan menjelaskan Hak atas foto dan detail foto. 

Note : Pastikan kalian sudah memasang Pengaya untuk Google Earth pada browser. Jika belum, silahkan klik disini.Dan jika belum punya Google Earth bisa kalian download disini.
Sebagai bonus dari memasang Pengaya/Ekstensi Google Earth, kalian bisa memainkan Ship Simulator melalui browser secara online, mendaratkan Apollo 11 Moon Lander, Simulator Mengemudi berbagai kota di dunia, melihat keindahan Hawai dalam 3 Dimensi dan lain lain yang ada dibawah Pratinjau Pengaya Google Earth diatas.

Semoga bermanfaat, terima kasih sudah mampir.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Gadgets